Jumat, 12 Januari 2018

Museum Angkut Batu Malang, Mengenal Jati Diri Kendaraan

 

Museum Angkut adalah museum moda transportasi dari masa ke masa. Dengan luas hampir mencapai empat hektar, tempat ini menjadi museum transportasi pertama di Asia Tenggara. Museum Angkut ini beralamat di Jl. Kartika No.2, Kota Wisata Batu, Jawa Timur, Indonesia

Tidak hanya menikmati sejarah setiap mobil, Museum Angkut juga memberikan penataan interior museum yang bagus untuk fotografi. Tiket masuk ke Museum Angkut untuk hari weekend adalah Rp. 100.000,- / orang sedangkan untuk weekday adalah Rp. 70.000,- / orang. Namun dengan harga tiket segitu, Anda akan merasa puas berfoto dengan properti bermacam-macam jenis kendaraan klasik dan latar belakang yang menarik serta memiliki jumlah spot foto yang banyak. 


Untuk mengintari seluruh kawasan di museum ini paling tidak anda harus menyiapkan waktu minimal satu jam. Sehingga ketika berkunjung, kita harus benar-benar memperhatikan kebutuhan waktu tersebut karena Museum Angkut ini hanya buka dari jam 12.00 - 20.00. Museum Angkut terdiri dari dua bagian, yaitu outdoor dan indoor. Untuk menikmati keseluruhan bagian, sebaiknya menghindari cuaca hujan.

Bagian indoor museum angkut

Bagian outdoor museum angkut

Ketika masuk ke dalam Museum Angkut, kita dilarang untuk membawa makanan dari luar. Namun tidak perlu kuatir karena di dalam ada kantin yang menyediakan makanan dan minuman ketika kita kelaparan meskipun pilihannya terbatas dan harganya lebih agak mahal dibandingkan diluar lokasi. Untuk pengunjung dari luar kota yang harus menginap, maka disekitar kawasan Museum Angkut ini terdapat banyak jenis hotel dengan harga yang murah namun memiliki fasilitas yang tidak murahan. Bahkan pengunjung dapat berjalan kaki dari hotel terdekat jika ingin mengunjungi Museum Angkut ini sehingga tidak perlu untuk mencari tempat untuk memarkir mobil. Ketika malam hari, didekat Museum Angkut terdapat kawasan kuliner yang bisa dicoba. Kawasan kuliner tersebut terdiri dari banyak stand-stand penjual makanan yang menyajikan berbagai jenis menu dengan harga yang murah. Selain itu disepanjang jalan menuju Museum Angkut pada malam hari terdapat banyak penjual jagung bakar yang luamayan ramai. Hal tersebut karena banyak pengunjung yang ingin menikmati suasana malam dengan pemandangan lampu kota sambil makan jagung bakar. 

    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar