Sabtu, 27 Januari 2018

Male City, ibukota Maldives yang Unik

 

Maldives merupakan negara kepulauan (seperti Indonesia) yang terdiri dari kumpulan atol (suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna) di Samudra Hindia. Letak negara Maldives ada di sebelah barat daya India dan Sri Lanka. Negara ini memiliki rata-rata ketinggian permukaan tanah paling rendah di seluruh dunia yaitu setinggi 1,5 meter diatas permukaan laut. Perekonomian negara ini bergantung pada sektor pariwisata dan perikanan. Oleh karenanya, Maldives memiliki banyak pantai yang indah dan pemandangan bawah laut yang menakjubkan. Seluruh penduduknya adalah muslim. Yang terdiri dari etnis Sinhalese, Dravidia, Arab dan AfrikaMata uangnya adalah Rufiaa. Ibukotanya adalah Male yang terletak di Pulau Male dengan luas wilayah 5.8 km2

Male merupakan kota / pulau kecil yang padat dengan bangunan gedung-gedung. Bandar Udara Internasional Ibrahim Nasir terletak di Pulau Hulhule yang merupakan pengembangan dari proyek reklamasi, letaknya disebelah utara, berbeda pulau dengan Male. Male biasanya hanya sebagai tempat transit / singgah sementara sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya. 
Apabila sampai di Maldives pada malam hari bisa menginap di Male atau Hulhumale (satu pulau dengan bandara). Di Hulhumale banyak hotel & penginapan yang bisa dijangkau dengan bus atau taxi dari bandara. Sedangkan untuk ke Male bisa dijangkau dengan publik boat dari dermaga bandara ke dermaga Male dengan jarak tempuh 10 menit dengan biaya 10 Rufiaa.

Kondisi jalan dan suasan kota Male di pagi hari

Untuk menuju ke hotel atau penginapan di Male bisa dengan taxi tarifnya flat 25 Rufiaa untuk rute jauh atau dekat, apabila menggunakan bagasi tarifnya menjadi 30 Rufiaa. Bila hotelnya berada di dekat dermaga bisa ditempuh dengan jalan kaki. Kondisi lalu lintas di Male tidak terlalu ramai, padat dan semrawut hanya ditempat-tempat tertentu saja seperti dermaga dan jalannya juga tidak lebar, banyak kendaraan bermotor seperti sepeda motor yang terparkir berderet dengan rapi di tepi jalan. Ada beberapa mobil sport yang dijumpai disini kondisinya yang seperti tidak terawat (jarang dicuci) ada beberapa lecet disana sini. Kondisi ini berbanding terbalik dengan di Indonesia, yang biasanya mobil sport terlihat kinclong, terkesan mewah & mahal. Selain banyak sepeda motor dan bebrapa mobil, transportasi umum disini ada taxi dan juga bus. Naik motor disini tidak ada yang memakai helm.

Mencari makanan halal disini tidaklah sulit karena mayoritas penduduknya yang muslim. Rentang harga makanan dan minuman sekitar $ 3 - $ 8 tergantung dimana tempat makannya. Selain dengan Rufiaa pembayaran transaksi di Maldives bisa dengan mata uang Dollar. Salah satu makanan khas Maldives adalah Garudhiya (sup tuna) umunya disajikan bersama dengan nasi. Hidangan ini berupa ikan tuna yang direbus kemudian ditambahkan dengan bawang bombai, cabai & limau. Untuk menu sarapan ada hidangan khas yaitu Mas Huni. Hidangan ini berupa ikan asap yang dihancurkan dicampur dengan kelapa parut, bawang & cabai. Disajikan bersama dengan roti dadar yang baru dipanggang dan teh panas.

Mas Huni salah satu hidangan khas Maldives untuk sarapan

Tempat wisata menarik yang dapat dikunjungi di Male antara lain :

Tsunami Monument
Monumen ini berada di dekat pelabuhan ferry Villingili, tepatnya berada disebelah barat daya Male. Monumen ini dibangun untuk memperingati kejadian gempa bumi di Samudra Hindia yang terjadi pada 26 Desember 2004 yang menyebabkan 53 orang meninggal dan dua pertiga wilayah Male terendam banjir. Tsunami ini juga menerjang wilayah pantai barat Sumatra, Thailand, India, Sri Lanka dan negara Asia Tenggara lainnya yang memakan banyak korban jiwa dan kerugian materiil yang tidak sedikit. 

Tsunami Monument

Rasfannu
Pantai buatan yang bersih dilengkapi dengan fasilitaas umum seperti tempat duduk yang teduh (bale-bale / gazebo), lintasan joging, swimming area, area untuk memancing, tempat barbecue, ayunan dan showers tempat untuk membilas. Tempat ini cocok untuk menikmati matahari tenggelam (sunset) karena letaknya tepat disebelah barat pulau ini.

Rasfannu yang merupakan pantai buatan

Hukuru Miskiyy (Old Friday Mosque)
Masjid ini terbuat dari batu karang dan merupakan masjid tertua yang sudah berusia ratusan tahun sejak tahun 1656. Dibelakang masjid ini terdapat kuburan kuno dengan batu nisan yang unik-unik. Kuburan ini merupakan makam dari ulama yang membawa islam pertama kali di Male.

Masjid Al Sulthan Muhammad Thakurufaanu Al Auzam (Grand Friday Mosque)
Masjid ini merupakan masjid raya dan masjid terbesar di Male. Masjid ini didominasi oleh warna putih dan memiliki halaman yang luas. Yang menarik dari bangunan ini adalah kubah setengah lingkaran yang berwarna emas. Di dekat masjid ini terdapat islamic center. 

Muleeaage
Rumah yang dibangun untuk Sultan Mohamed Shamsuddeen III pada tahun 1906 dan sekarang menjadi kantor presiden Maldives. Tempat ini tertutup untuk umum dan hanya bisa berfoto dari depan gerbang saja. Lokasinya berada diseberang Hukuru Miskiyy.

National Museum
Buka dari hari Minggu sampai Kamis jam 10:00 - 16:00 Tiket dewasa 100 Rufiaa, anak-anak 20 Rufiaa.

Fish Market 
Pasar ikan yang berada di dekat dermaga Male. Kita bisa melihat aktifitas perdagangan ikan yang sangat ramai di pagi hari, banyak ikan segar yang dijual disini.

Sebelum melanjutkan perjalanan ketujuan berikutnya bisa mampir kebeberapa tempat tersebut sembari menunggu jadwal penyeberangan ke pulau yang dituju.

    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar