Sabtu, 20 Januari 2018

Gili terkenal di Lombok - Trawangan, Meno dan Air

 

Lombok memiliki tiga gili yang terkenal, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Jika dari berangkat dari Senggigi, banyak suttle dan taksi yang melayani perjalanan menuju ke pelabuhan Nara atau Bangsal. Jika bepergian sendiri, maka suttle adalah pilihan tepat, namun jika berkelompok akan lebih murah jika menggunakan taksi. Untuk biaya taksi sekitar Rp. 150.000,- . Jika menggunakan suttle dan ditawarkan sekalian tiket kapal publik, maka rekomendasinya adalah menolak tawaran tersebut dan langsung membeli di konter tiket pelabuhan karena lebih murah. Selain itu antrian di konter tiket pelabuhannya juga tidak terlalu panjang karena pelayanan petugasnya cepat dan bagus.

Untuk mengunjungi Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Airt ada dua cara :
1. One day visit
Untuk kunjungan tipe ini, pengunjung berangkat dari pulau Lombok pagi hari dan pulang pada sore hari. Tipe kunjungan ini sesuai untuk pengunjung yang memiliki waktu sangat terbatas namun penasaran dengan keindahan ketiga gili tersebut. Pelabuhan yang biasa digunakan adalah teluk Nara yang berada sebelum pelabuhan Bangsal. Kapan yang digunakan adalah jenis speedboat dengan harga antara Rp 400.000,- pada low season sampai dengan Rp. 750.000,- per kapal pada peak season.
2. Menginap di Gili
Untuk kunjungan tipe ini, pengunjung menginap di salah salah satu gili tersebut atau lebih. Tapi biasanya pengunjung menginap di Gili Trawangan karena memiliki banyak fasilitas dan pilihan dibandingkan gili yang lain. Untuk budget murah, pengunjung dapat menggunakan kapal publik dengan harga sekitar Rp. 15.000,- per orang. dengan waktu perjalanan sekitar 45 menit. Kapal publik ini akan berangkat setelah penumpang penuh. setiap penumpang dengan warna tiket yang sama akan dikumpulkan menjadi satu dalam kapal yang sama. Ketika kapal publik ini akan berangkat, petugas akan mengumumkan kapal publik mana yang akan digunakan serta warna tiketnya sehngga pengunjung perlu memperhatikan setiap pengumuman dari pengeras suara. Pengunjung tidak direkomendasikan menggunakan sepatu (apalagi berhak tinggi hehehe..) karena untuk menuju kapal publik tidak melalui dermaga, tetapi langsung dari pantai. Sehingga jika menggunakan sepatu tanpa dilepas pasti akan basah. Perhatikan juga barang bawaan pengunjung agar tidak basah. di pelabuhan bangsal juga tersedia kapal speedboat dengan waktu tempuh lebih cepat dibandingkan kapal publik, namun harganya lebih mahal, yaitu sekitar Rp. 85.000,- per orang.

Setelah menempuh perjalanan dari Lombok menuju Gili Trawangan, pengunjung yang menginap dapat langsung menuju lokasi penginapan. Jika penginapan dekat, maka dapat berjalan kaki. Namun jika penginapan jauh, maka sangat disarankan menggunakan cidomo atau kereta kuda. Transportasi yang boleh digunakan di Gili Trawangan hanya Cidomo dan sepeda jadi jangan mencari ojek online di Gili Trawangan, pasti tidak akan ketemu hehehe... Sampai di Gili Trawangan mayoritas pengunjung adalah wisatawan manca negara alias bule. Bahkan pengunjung lokal lebih sedikit dibandingkan wisatawan manca negara tersebut sehingga seolah-olah kita sedang berada di luar negeri.

Untuk penginapan sebaiknya reservasi secara online terlebih dahulu sehingga mendapatkan penginapan yang nyaman dan sesuai dengan budget. Sebenarnya ketika pertama kali sampai di Gili Trawangan, banyak penduduk lokal yang menawarkan penginapan, namun belum tentu sesuai dengan keinginan dan akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkeliling sambil membawa barang bawaan kita. Oleh karena itu cara yang aman dan nyaman adalah dengan reservasi online melalui provider-provider penginapan. Untuk harga penginapan berkisar antara Rp. 150.000,- sampai dengan jutaan rupiah per kamar. Penginapan dengan AC, TV, sarapan dan air panas yang lancar untuk dua orang bisa didapat dengan harga sekitar Rp. 250.000,- per kamar namun tempatnya agak masuk ke dalam sehingga harus berjalan kaki terlebih dahulu. Di jalanan Gili Trawangan banyak kotoran kuda sehingga agak tercium bau menyengat.

Kegiatan yang tidak boleh dlewatkan di Gili Trawangan adalah melihat matahari terbit atau sunrise. Untuk melihat matahari terbit paling bagus adalah di daerah dekat pelabuhan Gili Trawangan. Pada pagi hari, kondisi Gili Trawangan dangat sepi dan damai, hanya beberapa turis asing saja yang menikmati keindahan matahari terbit tersebut. Hal tersebut berkebalikan dengan malam hari dimana suasana hingar bingar musik dan turis asing yang memadati kafe-kafe di daerah sekitar jalan di pelabuhan Gili Trawangan. 

Sunrise Gili Trawangan

Untuk mengelilingi Gili Trawangan, sebaiknya menyewa sepeda. Waktu tempuh untuk mengelilingi Gili Trawangan dengan sepeda sekitar 1-2 jam. Jika dengan berjalan kaki lumayan sangat capek sehingga tidak direkomendasikan. Untuk harga makanan disini lumayan mahal jika dbandingkan dengan di pulau Lombok. Hal tersebut karena semua bahan makanan didatangkan dari pulau Lombok. Untuk rekomendasi makanan murah dan lumayan enak dapat ditemukan di belakang masjid besar. Bentuknya bukan kafe atau restoran tetapi warung penduduk lokal dengan pilihan sayuran dan lauk. Jika budget terbatas maka tempat ini sangat direkomendasikan. Jika malam hari ada night market yang menjual bermacam-macam olahan seafood dan banyak pilihan. Untuk harga memang agak mahal sedikit. Untuk restoran dan kafe justru banyak sekali bertebaran di tempat ini namun pengunjung harus menyiapkan kocek yang banyak ya.

Untuk kegiatan snorkeling, pengunjung dapat membeli tournya di konter-konter sepanjang jalan pelabuhan atau nigh market. Harga untuk snorkeling sekitar Rp. 100.000,- per orang sudah termasuk perlengkapan. Kami menemukan harga tersebut di konter dekat night market. Kegiatan snorkeling akan melewati Gili Meno dan Gili Air sehingga kita dapat menikmati keindahan bawah laut kedua gili tersebut melalui tour snorkeling ini. Harga tour snorkeling tersebut tidak termasuk makan siang. Makan siang dapat dibawa sendiri atau dapat dibeli ketika istirahat siang. Salah satu spot snorkeling yang menarik adalah mengunjungi spot kura-kura dimana pengunjung dapat melihat kura-kura dan mrendapatkan foto kura-kura tersebut jika pengunjung menggunakan kamera underwater. Tetapi pengunjung dilarang untuk menyentuh kura-kura tersebut.

Untuk pengunjung yang memiliki budget pas-pasan, mengunjungi Gili Trawangan adalah hal yang sangat mungkin, dimana sebenarnya terdappat penginapan-penginapan yang murah dan warung makan yang murah. Bahkan ketika pagi hari, banyak penduduk lokal yang berjualan nasi bungkus lengkap dengan sayur dan lauknya seharga Rp.10.000,- dengan porsi yang lumayan banyak.

Baca juga : Gili Kondo, The Hidden Paradise di Lombok Timur

    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar