Senin, 04 Desember 2017

Matahari Terbit dari Sikunir Dieng

 

Bangun pagi, tiba-tiba punya ke inginan buat jalan-jalan. Akhirnya diputuskan buat pergi ke Dieng. Langsung packing dan Cusss... meluncur ke Dieng mulai dari jam 6 pagi. Bermodalkan Google Maps mencari rute ke Dieng. Jika menggunakan Google Maps dan berangkat dari Jogja, sebaiknya pointing tujuannya adalah kota Wonosobo, kemudian baru dilanjutkan pointing ke Dieng. Karena berdasarkan informasi dari beberapa teman, Google Maps kadang akan mengarahkan melalui jalur Weleri jika langsung pointing tujuan ke Dieng. Untuk jalur melalui Weleri sangat sempit, berkelok dan naik-turun sehingga jika driver tidak terbiasa dengan jalur tersebut akan sangat berbahaya

Di jalan sambil browsing cari-cari penginapan dan akhirnya menemukan penginapan yang menarik di daerah Sikunir. Diperjalanan langsung kita hubungi penginapan ini dan ternyata masih available. Menariknya penginapan ini memiliki kamar yang banyak kacanya menghadap ke Telaga Cebong dan dapat melihat sunrise dari balik Puncak Sikunir. Nama dari penginapannya adalah Homestay Cahaya Sikunir. Jarak penginapan dengan tempat parkir Sikunir hanya sekitar 800 meter dan jalur tersebut merupakan satu-satunya jalur yang dapat dilewati kendaraan menuju Sikunir. Ketika pagi hari, jalur menuju Sikunir akan sangat padat dan macet sehingga direkomendasikan untuk menginap disekitar Sikunir. Jika menginap di kota Wonosobo, paling tidak pengunjung harus berangkat antara jam 2 atau 3 pagi untuk mengejar matahari terbit di bukit Sikunir. 

View Bukit Sikunir & Danau Cebong dari dalam kamar

Oh iya,.. klo kesini jangan lupa persiapkan bekal makanan yang memadai ya. Karena di Desa Sembungan ini tidak banyak terdapat rumah makan. Hanya ada satu rumah makan disini. Kalaupun ada tempatnya sangat jauh dari desa yang bisa dijangkau dengan berkendara.

Kita sampai sekitar jam 11 siang, terlalu lama diperjalanan karena kita sempat tersesat. đŸ˜¢Untung saja setelah sampai penginapan kita bisa langsung check-in. Ketika sampai cuaca masih cerah kemudian mendung dan hujan di sore hari. Udara disini sangat dingin. Jangan lupa untuk membawa jaket tebal ya. Air disini sedingin es, tapi untungnya penginapan ini ada pemanas air buat mandi.

Pagi hari setelah Subuh kita langsung tracking menuju puncak Sikunir untuk berburu sunrise. Setelah hujan dari kemarin jalanan menjadi basah dan licin, jadi berhati-hatilah dan jangan lupa membawa senter karena masih gelap. Jangan lupa siapkan fisik jika ingin naik ke bukit Sikunir. Meskipun hanya sekitar 800 meter tapi sangat menguras tenaga dan nafas. Jika tidak kuat sebaiknya tidak dipaksakan dan bisaberhenti sejenak. Jika sudah siap, baru melanjutkan perjalanan kembali untuk menuju puncak Sikunir. Puncak Sikunir ada 3 spot dan spot pertama adalah yang memiliki jarak paling pendek. Untuk menuju puncak paling atas dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit jika fisik pengunjung mampu.

Semburat cahaya di Sikunir

Matahari terbit di Sikunir

Setelah puasa menikmati sunrise kita kembali ke penginapan. Ternyata dibawah, disekitar parkiran Sikunir banyak warung yang menjajakan makanan. Harganya pun tidak terlalu mahal dan rasanya juga lumayan. Jadi jangan kuatir tentang sarapan pagi hari ketika berada disekitaran Sikunir. Pengunjung juga dapat membeli kentang yang sudah dimasak disekitar parkiran Sikunir untuk dibawa ketika mendaki sehingga pengunjung memiliki tenaga untuk mendaki. Dahulu di atas bukit ada yang berjualan mie instan seduh dan kopi, namun kondisi terakhir, para pedagang tidak boleh berjualan diatas bukit lagi. Untuk mushola juga bisa ditemukan disekitar parkiran Sikunir dan satu mushola di atas bukit Sikunir, dekat dengan spot pertama. Sehingga bagi pengunjung yang berangkat dari kota Wonosobo dapat melakukan sholat Subuh di salah satu mushola tersebut.

Baca juga : Pemandangan dua telaga di Batu Pandang Ratapan Angin

    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar