Selasa, 26 September 2017

My Jeep My Adventure (Merapi Lava Tour)

 


Wisata di seputaran Gunung Merapi (lava tour) dikarenakan medan yg terjal, jalan berbatu kita bisa menjelajahinya menggunakan mobil jeep atau motor trail. Disepanjang jalan menuju Gunung Merapi banyak yang menyediakan Paket Jeep Wisata. Mereka menyediakan beberapa paket diantaranya
1. Paket Pendek durasi 1-1,5 jam
2. Paket Medium durasi 2-2,5 jam
3. Paket Long durasi 3-3,5 jam
4. Paket Sunrise durasi mulai dari pukul 04.00 pagi sampai pukul 08.00 pagi
Kuota max 4 orang dalam 1 jeep.

Jeep Wisata

Kali ini kita memilih menggunakan mobil jeep untuk menjelajahinya & mengambil paket Medium. Tempat-tempat yang kita jelajahi antara lain :

1. STONEHENGE
Tempat wisata batu ini hampir mirip dengan Stonehange yang ada di Inggris. Tiket masuk Rp 10.000 /orang. Lokasinya berada di dusun Petung, desa Kepuharjo, kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Kabarnya, bebatuan Stonehenge ini merupakan bebatuan dari bekas erupsi besar pada tahun 2010 silam.

Stonehange di kawasan Merapi

2. MUSEUM MINI SISA HARTAKU
Di museum ini Anda bisa merasakan pedihnya saat letusan Gunung Merapi tahun 2010 silam. Karena yang dipajang di museum ini benda-benda yang tersisa setelah terjadinya erupsi 2010, antara lain motor, sepeda, 2 kerangka sapi, peralatan rumah tangga, televisi, pakaian-pakaian yang semuanya hangus terkena awan panas. Akhirnya diberi nama Museum Mini Sisa Hartaku.
Museum di kawasan Merapi

Koleksi yang tidak kalah menarik di museum ini ada sebuah jam dinding yang menunjukkan angka pukul 12 lebih 5 menit 40 detik yang ditemukan dalam posisi terbalik dibawah lapisan pasir Merapi. Jam dinding ini mengabadikan saat terjadinya awan panas yang menghancurkan kawasan ini pada hari Jum'at 5 November 2010. Tiket masuknya free (gratis), hanya ada sebuah kotak dimana pengunjung bisa menyisihkan uang seikhlasnya untuk biaya perawatan.

Jam di museum Mini Hartaku

3. THE LOST WORLD CASTLE
Tempat wisata ini berupa kastil yang dibuka awal tahun 2017. Pada awalnya ada yang menyebut tempat ini sebagai Benteng Takeshi ada pula yang menyebutnya Tembok Besar China (Great Wall). Hingga sekarang nama resminya adalah The Lost World Castle (dunia yang hilang). Ternyata tempat ini pernah ditutup karena belom memiliki izin. Pembangunan tempat wisata ini belum selesai sepenuhnya, tiket masuknya sementara dipatok Rp 25.000 per orang. Bagi yang suka berfoto selfe narsis, tempat ini memiliki banyak spot-spot untuk berfoto ria.

Gerbang masuk The Lost World Castle

Bangunan The Lost World Castle

4. WISATA BATU ALIEN (ALIAN)
Nama sebenarnya tempat wisata ini adalah Batu Alian yang maknanya beralih / berpindah. Tapi banyak orang yang mendengarnya menjadi Alien. Di tempat ini terdapat batu besar yang bentuknya menyerupai wajah manusia (ada 2 mata, hidung, mulut dan telinga).

Batu Alien atau Alian

5. BUNKER KALIADEM
Bunker atau lubang perlindungan bawah tanah ini difungsikan sebagai tempat berlindung / bersembunyi dari awan panas (wedus gembel) Merapi yang berada di Kaliadem. Bunker ini ukurannya kecil berbentuk setengah lingkaran dan juga terdapat kamar mandi kecil didalamnya. Pintunya terbuat dari baja setebal 15 centimeter. Sayangnya, pada erupsi Gunung Merapi tahun 2006 tempat ini tidak berfungsi. Dasyatnya letusan kala itu tidak hanya awan panas tetapi bersama material panas yang akhirnya menimbun tempat ini. Sehingga 2 relawan yang berlindung didalamnya meninggal dunia, tepatnya didalam kamar mandi. Jika Anda berkunjung ke tempat ini masih terdapat sisa dari lahar panas kala itu yang sudah mengeras didalamnya. Dulu lahar ini hampir memenuhi seluruh ruangan setinggi 1,5-2 meter.

Bungker Kaliadem

6. RUMAH MBAH MARIDJAN
Napak tilas ke kediaman juru kunci Gunung Merapi yang sangat terkenal yaitu mbah Maridjan. Beliau menjadi salah satu korban meninggal akibat keganasan letusan Merapi tahun 2010. Jasad beliau diketemukan dalam kondisi sedang bersujud di dalam rumahnya. Juru kunci merupakan anggota abdi dalem Keraton Yogyakarta. Juru kunci yang juga disebut 'Kuncen' juga melayani setiap kali keluarga keraton yang melakukan ritual di Merapi. Tugasnya memberi informasi tentang gunung yang didaki, memberi tahu apa yang dilarang, dimana jalur pendakian, penyelamatan, dll. Selain bertugas menjaga gunung dengan terawangan berdasar pengalaman (ilmu titen) dan menggabungkannya dengan firasat sebagai warga Merapi yang telah terasah sejak kecil. Tugas utamanya tentu saja memberi informasi kepada penduduk sekitar tentang aktifitas gunung Merapi yang dirasa membahayakan. Eksistensi Gunung Merapi bagi masyarakat Yogyakarta tidak lepas dari motos adanya hubungan khusus antara "penunggu" Merapi dengan lingkungan Keraton Yogyakarta. Kondisi ini diperkuat dengan adanya utusan dari keraton yang menjadi 'juru kunci' Merapi.


Petilasan Mbah Maridjan


    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar