Sabtu, 27 Januari 2018

Male City, ibukota Maldives yang Unik

 
Maldives merupakan negara kepulauan (seperti Indonesia) yang terdiri dari kumpulan atol (suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna) di Samudra Hindia. Letak negara Maldives ada di sebelah barat daya India dan Sri Lanka. Negara ini memiliki rata-rata ketinggian permukaan tanah paling rendah di seluruh dunia yaitu setinggi 1,5 meter diatas permukaan laut. Perekonomian negara ini bergantung pada sektor pariwisata dan perikanan. Oleh karenanya, Maldives memiliki banyak pantai yang indah dan pemandangan bawah laut yang menakjubkan. Seluruh penduduknya adalah muslim. Yang terdiri dari etnis Sinhalese, Dravidia, Arab dan AfrikaMata uangnya adalah Rufiaa. Ibukotanya adalah Male yang terletak di Pulau Male dengan luas wilayah 5.8 km2

Male merupakan kota / pulau kecil yang padat dengan bangunan gedung-gedung. Bandar Udara Internasional Ibrahim Nasir terletak di Pulau Hulhule yang merupakan pengembangan dari proyek reklamasi, letaknya disebelah utara, berbeda pulau dengan Male. Male biasanya hanya sebagai tempat transit / singgah sementara sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya. 
Apabila sampai di Maldives pada malam hari bisa menginap di Male atau Hulhumale (satu pulau dengan bandara). Di Hulhumale banyak hotel & penginapan yang bisa dijangkau dengan bus atau taxi dari bandara. Sedangkan untuk ke Male bisa dijangkau dengan publik boat dari dermaga bandara ke dermaga Male dengan jarak tempuh 10 menit dengan biaya 10 Rufiaa.

Kondisi jalan dan suasan kota Male di pagi hari

Untuk menuju ke hotel atau penginapan di Male bisa dengan taxi tarifnya flat 25 Rufiaa untuk rute jauh atau dekat, apabila menggunakan bagasi tarifnya menjadi 30 Rufiaa. Bila hotelnya berada di dekat dermaga bisa ditempuh dengan jalan kaki. Kondisi lalu lintas di Male tidak terlalu ramai, padat dan semrawut hanya ditempat-tempat tertentu saja seperti dermaga dan jalannya juga tidak lebar, banyak kendaraan bermotor seperti sepeda motor yang terparkir berderet dengan rapi di tepi jalan. Ada beberapa mobil sport yang dijumpai disini kondisinya yang seperti tidak terawat (jarang dicuci) ada beberapa lecet disana sini. Kondisi ini berbanding terbalik dengan di Indonesia, yang biasanya mobil sport terlihat kinclong, terkesan mewah & mahal. Selain banyak sepeda motor dan bebrapa mobil, transportasi umum disini ada taxi dan juga bus. Naik motor disini tidak ada yang memakai helm.

Mencari makanan halal disini tidaklah sulit karena mayoritas penduduknya yang muslim. Rentang harga makanan dan minuman sekitar $ 3 - $ 8 tergantung dimana tempat makannya. Selain dengan Rufiaa pembayaran transaksi di Maldives bisa dengan mata uang Dollar. Salah satu makanan khas Maldives adalah Garudhiya (sup tuna) umunya disajikan bersama dengan nasi. Hidangan ini berupa ikan tuna yang direbus kemudian ditambahkan dengan bawang bombai, cabai & limau. Untuk menu sarapan ada hidangan khas yaitu Mas Huni. Hidangan ini berupa ikan asap yang dihancurkan dicampur dengan kelapa parut, bawang & cabai. Disajikan bersama dengan roti dadar yang baru dipanggang dan teh panas.

Mas Huni salah satu hidangan khas Maldives untuk sarapan

Tempat wisata menarik yang dapat dikunjungi di Male antara lain :

Tsunami Monument
Monumen ini berada di dekat pelabuhan ferry Villingili, tepatnya berada disebelah barat daya Male. Monumen ini dibangun untuk memperingati kejadian gempa bumi di Samudra Hindia yang terjadi pada 26 Desember 2004 yang menyebabkan 53 orang meninggal dan dua pertiga wilayah Male terendam banjir. Tsunami ini juga menerjang wilayah pantai barat Sumatra, Thailand, India, Sri Lanka dan negara Asia Tenggara lainnya yang memakan banyak korban jiwa dan kerugian materiil yang tidak sedikit. 

Tsunami Monument

Rasfannu
Pantai buatan yang bersih dilengkapi dengan fasilitaas umum seperti tempat duduk yang teduh (bale-bale / gazebo), lintasan joging, swimming area, area untuk memancing, tempat barbecue, ayunan dan showers tempat untuk membilas. Tempat ini cocok untuk menikmati matahari tenggelam (sunset) karena letaknya tepat disebelah barat pulau ini.

Rasfannu yang merupakan pantai buatan

Hukuru Miskiyy (Old Friday Mosque)
Masjid ini terbuat dari batu karang dan merupakan masjid tertua yang sudah berusia ratusan tahun sejak tahun 1656. Dibelakang masjid ini terdapat kuburan kuno dengan batu nisan yang unik-unik. Kuburan ini merupakan makam dari ulama yang membawa islam pertama kali di Male.

Masjid Al Sulthan Muhammad Thakurufaanu Al Auzam (Grand Friday Mosque)
Masjid ini merupakan masjid raya dan masjid terbesar di Male. Masjid ini didominasi oleh warna putih dan memiliki halaman yang luas. Yang menarik dari bangunan ini adalah kubah setengah lingkaran yang berwarna emas. Di dekat masjid ini terdapat islamic center. 

Muleeaage
Rumah yang dibangun untuk Sultan Mohamed Shamsuddeen III pada tahun 1906 dan sekarang menjadi kantor presiden Maldives. Tempat ini tertutup untuk umum dan hanya bisa berfoto dari depan gerbang saja. Lokasinya berada diseberang Hukuru Miskiyy.

National Museum
Buka dari hari Minggu sampai Kamis jam 10:00 - 16:00 Tiket dewasa 100 Rufiaa, anak-anak 20 Rufiaa.

Fish Market 
Pasar ikan yang berada di dekat dermaga Male. Kita bisa melihat aktifitas perdagangan ikan yang sangat ramai di pagi hari, banyak ikan segar yang dijual disini.

Sebelum melanjutkan perjalanan ketujuan berikutnya bisa mampir kebeberapa tempat tersebut sembari menunggu jadwal penyeberangan ke pulau yang dituju.

Sabtu, 20 Januari 2018

Gili terkenal di Lombok - Trawangan, Meno dan Air

 
Lombok memiliki tiga gili yang terkenal, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Jika dari berangkat dari Senggigi, banyak suttle dan taksi yang melayani perjalanan menuju ke pelabuhan Nara atau Bangsal. Jika bepergian sendiri, maka suttle adalah pilihan tepat, namun jika berkelompok akan lebih murah jika menggunakan taksi. Untuk biaya taksi sekitar Rp. 150.000,- . Jika menggunakan suttle dan ditawarkan sekalian tiket kapal publik, maka rekomendasinya adalah menolak tawaran tersebut dan langsung membeli di konter tiket pelabuhan karena lebih murah. Selain itu antrian di konter tiket pelabuhannya juga tidak terlalu panjang karena pelayanan petugasnya cepat dan bagus.

Untuk mengunjungi Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Airt ada dua cara :
1. One day visit
Untuk kunjungan tipe ini, pengunjung berangkat dari pulau Lombok pagi hari dan pulang pada sore hari. Tipe kunjungan ini sesuai untuk pengunjung yang memiliki waktu sangat terbatas namun penasaran dengan keindahan ketiga gili tersebut. Pelabuhan yang biasa digunakan adalah teluk Nara yang berada sebelum pelabuhan Bangsal. Kapan yang digunakan adalah jenis speedboat dengan harga antara Rp 400.000,- pada low season sampai dengan Rp. 750.000,- per kapal pada peak season.
2. Menginap di Gili
Untuk kunjungan tipe ini, pengunjung menginap di salah salah satu gili tersebut atau lebih. Tapi biasanya pengunjung menginap di Gili Trawangan karena memiliki banyak fasilitas dan pilihan dibandingkan gili yang lain. Untuk budget murah, pengunjung dapat menggunakan kapal publik dengan harga sekitar Rp. 15.000,- per orang. dengan waktu perjalanan sekitar 45 menit. Kapal publik ini akan berangkat setelah penumpang penuh. setiap penumpang dengan warna tiket yang sama akan dikumpulkan menjadi satu dalam kapal yang sama. Ketika kapal publik ini akan berangkat, petugas akan mengumumkan kapal publik mana yang akan digunakan serta warna tiketnya sehngga pengunjung perlu memperhatikan setiap pengumuman dari pengeras suara. Pengunjung tidak direkomendasikan menggunakan sepatu (apalagi berhak tinggi hehehe..) karena untuk menuju kapal publik tidak melalui dermaga, tetapi langsung dari pantai. Sehingga jika menggunakan sepatu tanpa dilepas pasti akan basah. Perhatikan juga barang bawaan pengunjung agar tidak basah. di pelabuhan bangsal juga tersedia kapal speedboat dengan waktu tempuh lebih cepat dibandingkan kapal publik, namun harganya lebih mahal, yaitu sekitar Rp. 85.000,- per orang.

Setelah menempuh perjalanan dari Lombok menuju Gili Trawangan, pengunjung yang menginap dapat langsung menuju lokasi penginapan. Jika penginapan dekat, maka dapat berjalan kaki. Namun jika penginapan jauh, maka sangat disarankan menggunakan cidomo atau kereta kuda. Transportasi yang boleh digunakan di Gili Trawangan hanya Cidomo dan sepeda jadi jangan mencari ojek online di Gili Trawangan, pasti tidak akan ketemu hehehe... Sampai di Gili Trawangan mayoritas pengunjung adalah wisatawan manca negara alias bule. Bahkan pengunjung lokal lebih sedikit dibandingkan wisatawan manca negara tersebut sehingga seolah-olah kita sedang berada di luar negeri.

Untuk penginapan sebaiknya reservasi secara online terlebih dahulu sehingga mendapatkan penginapan yang nyaman dan sesuai dengan budget. Sebenarnya ketika pertama kali sampai di Gili Trawangan, banyak penduduk lokal yang menawarkan penginapan, namun belum tentu sesuai dengan keinginan dan akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkeliling sambil membawa barang bawaan kita. Oleh karena itu cara yang aman dan nyaman adalah dengan reservasi online melalui provider-provider penginapan. Untuk harga penginapan berkisar antara Rp. 150.000,- sampai dengan jutaan rupiah per kamar. Penginapan dengan AC, TV, sarapan dan air panas yang lancar untuk dua orang bisa didapat dengan harga sekitar Rp. 250.000,- per kamar namun tempatnya agak masuk ke dalam sehingga harus berjalan kaki terlebih dahulu. Di jalanan Gili Trawangan banyak kotoran kuda sehingga agak tercium bau menyengat.

Kegiatan yang tidak boleh dlewatkan di Gili Trawangan adalah melihat matahari terbit atau sunrise. Untuk melihat matahari terbit paling bagus adalah di daerah dekat pelabuhan Gili Trawangan. Pada pagi hari, kondisi Gili Trawangan dangat sepi dan damai, hanya beberapa turis asing saja yang menikmati keindahan matahari terbit tersebut. Hal tersebut berkebalikan dengan malam hari dimana suasana hingar bingar musik dan turis asing yang memadati kafe-kafe di daerah sekitar jalan di pelabuhan Gili Trawangan. 

Sunrise Gili Trawangan

Untuk mengelilingi Gili Trawangan, sebaiknya menyewa sepeda. Waktu tempuh untuk mengelilingi Gili Trawangan dengan sepeda sekitar 1-2 jam. Jika dengan berjalan kaki lumayan sangat capek sehingga tidak direkomendasikan. Untuk harga makanan disini lumayan mahal jika dbandingkan dengan di pulau Lombok. Hal tersebut karena semua bahan makanan didatangkan dari pulau Lombok. Untuk rekomendasi makanan murah dan lumayan enak dapat ditemukan di belakang masjid besar. Bentuknya bukan kafe atau restoran tetapi warung penduduk lokal dengan pilihan sayuran dan lauk. Jika budget terbatas maka tempat ini sangat direkomendasikan. Jika malam hari ada night market yang menjual bermacam-macam olahan seafood dan banyak pilihan. Untuk harga memang agak mahal sedikit. Untuk restoran dan kafe justru banyak sekali bertebaran di tempat ini namun pengunjung harus menyiapkan kocek yang banyak ya.

Untuk kegiatan snorkeling, pengunjung dapat membeli tournya di konter-konter sepanjang jalan pelabuhan atau nigh market. Harga untuk snorkeling sekitar Rp. 100.000,- per orang sudah termasuk perlengkapan. Kami menemukan harga tersebut di konter dekat night market. Kegiatan snorkeling akan melewati Gili Meno dan Gili Air sehingga kita dapat menikmati keindahan bawah laut kedua gili tersebut melalui tour snorkeling ini. Harga tour snorkeling tersebut tidak termasuk makan siang. Makan siang dapat dibawa sendiri atau dapat dibeli ketika istirahat siang. Salah satu spot snorkeling yang menarik adalah mengunjungi spot kura-kura dimana pengunjung dapat melihat kura-kura dan mrendapatkan foto kura-kura tersebut jika pengunjung menggunakan kamera underwater. Tetapi pengunjung dilarang untuk menyentuh kura-kura tersebut.

Untuk pengunjung yang memiliki budget pas-pasan, mengunjungi Gili Trawangan adalah hal yang sangat mungkin, dimana sebenarnya terdappat penginapan-penginapan yang murah dan warung makan yang murah. Bahkan ketika pagi hari, banyak penduduk lokal yang berjualan nasi bungkus lengkap dengan sayur dan lauknya seharga Rp.10.000,- dengan porsi yang lumayan banyak.

Baca juga : Gili Kondo, The Hidden Paradise di Lombok Timur

Rabu, 17 Januari 2018

Pantai Ngobaran wisata unik Jogja yang mirip pantai di Bali

 
Pantai Ngobaran merupakan pantai yang berada di laut selatan dengan lokasi di Desa Kanigoro, kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini layak untuk dikunjungi karena memiliki pemandangan yang indah dan unik karena memiliki bangunan-bangunan berupa candi dan masjid dengan lantai berupa pasir. Pantai Ngobaran terletak pada kawasan yang sama dengan pantai Ngrenahan.

Untuk menuju ke pantai Ngobaran dari kota Yogyakarta, pengunjung harus menggunakan kendaraan pribadi berupa mobil atau motor. Bagi pengunjung dari luar dapat menggunakan rental motor atau mobil jika tidak menggunakan paket tour. Yang jelas tidak mungkin menggunakan ojek online yang tersedia di kota Jogja karena jarak dari kota Jogja sendiri sekitar 65 km hehehe... Pantai Ngobaran sebenarnya satu jalur dengan pantai Nguyahan dan Ngrenahan. Jadi jika dari arah Jogja maka pertama kali akan bertemu dengan petunjuk arah ke Pantai Nguyahan dimana pengunjung harus berbelok ke kiri. Namun untuk menuju pantai Ngobaran, pengunjung harus mengambil arah lurus sampai bertemu dengan lokasi wisata tersebut.

Sebelum masuk ke pantai Ngobaran, pengunjung dapat parkir terlebih dahulu dengan membayar sekitar Rp. 10.000,- untuk mobil yang termasuk retribusi pantai Ngobaran dan Ngrenahan. Untuk menuju lokasi utama ke pantai Ngobaran ada dua jalur yang dapat digunakan, yaitu jalur bawah dan jalur atas, Untuk jalur atas, pengunjung dapat menggunakan kendaraan dengan arah menuju pantai Ngrenahan. di Jalur atas tersebut akan ditemukan banyak warung yang menjual makanan. Untuk jalur bawah adalah jalur yang saya rekomendasikan karena hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki namun kita akan menemukan beberapa spot yang menarik, yaitu Masjid dengan lantai pasir dan spot pantai Ngobaran yang tidak terlalu luas. Masjid dengan lantai pasir tersebut menjadi keunikan dari tempat ini. Untuk spot pantai, pengunjung dilarang untuk berenang dan ada papan pengumuman larangannya karena ombaknya terlalu besar. Setelah melewati kedua spot tersebut pengunjung akan bertemu dengan lokasi utama dari pantai Ngobaran yang terdapat bangunan candi dengan patung berwarna putih dan hitam. Di spot utama juga terdapat patung yang mirip dengan bentuk burung yang memiliki latar belakang laut selatan.


Spot utama pantai Ngobaran

Di samping spot utama tersebut terdapat sebuah lokasi dengan pagar kayu yang memiliki latar belakang berupa laut selatan juga yang bagus untuk berfoto. Pada lokasi tersebut juga banyak terdapat pohon-pohon yang dapat digunakan untuk berteduh sementara sambil berfoto ria.

Spot samping lokasi utama.

Disekitar lokasi utama terdapat candi-candi yang lebih besar dibandingkan dengan candi di lokasi utama. Beberapa candi tersebut ditutup pintu masuknya dengan tujuan agar pengunjung tidak masuk ke dalam candinya. Namun pengunjung diperbolehkan untuk berfoto disekitar luar candi tersebut.

Candi sekitar lokasi utama

Senin, 15 Januari 2018

Gili Kondo, The Hidden Paradise di Lombok Timur

 
Gili Kondo merupakan salah satu dari beberapa gili (pulau kecil) di timur pulau Lombok. Gili Kondo adalah pulau kecil berpasir putih dikelilingi air yang bening dan tidak berpenghuni. Pulau ini juga dijadikan sebagai tempat konservasi terumbu karang. Gili Kondo belum terlalu populer jika dibandingkan dengan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Tak heran jika gili ini masih sepi pengunjung dan masih alami. Kalaupun ada pengunjung kebanyakan wisatawan mancanegara dan hanya beberapa wisatawan lokal. Disitulah daya tariknya, dengan alamnya yang masih alami dan jauh dari keriuhan, pulau ini terasa seperti milik pribadi.

Penampakan gili kondo dari kejauhan

Menuju gili ini bisa diakses selama 2,5 jam perjalanan dari kota Mataram. Karena gili ini belum populer maka bulum ada penunjuk jalannya. Jika dari kota Mataram mengarah ke timur lurus saja mengikuti jalan ke arah Labuhan Lombok kemudian ambil ke arah Sambelia. Dengan jalanan beraspal yang rata dan tidak terlalu lebar, kondisi lalulintas yang tidak terlalu ramai membuat nyaman selama perjalanan. Selain itu juga karena disuguhi pemandangan yang menarik seperti pemandangan kaki gunung Rinjani dan ketika hampir sampai di desa Sambelia nanti di kiri jalan ada pepohonan langka dengan akar yang besar, batang yang menjulang tinggi dan dedaunan yang rindang, disebelah kanan sudah terlihat pantai & hamparan laut yang biru. Mulai dari sini sudah ada beberapa papan penunjuk yang bertuliskan penyeberangan ke Gili Kondo. Wisatawan bisa menyewa perahu dari sini, jalan masuknya berupa gang kecil yang tidak beraspal.

Sesampainya di desa Sambelia langsung menuju cottage yang sudah dipesan sehari sebelumnya seharga Rp 350.000,- yang lokasinya didekat pelabuhan / pantai Padak Guar. Di desa Sambelia ini hanya ada beberapa penginapan saja. Suasana di desa ini tergolong sepi, maka sebaiknya persiapkan perbekalan dengan baik terutama uang cash, karena di desa ini tidak terdapat mesin ATM. Disepanjang jalan raya Sambelia didekat Gardu Induk (PLN) Sambelia  ada beberapa warung makan (warteg)  & warung kelontong kecil. Untuk urusan makan tidak terlalu khawatir karena di cottage ini juga ada restaurannya, jadi sewaktu-waktu lapar tinggal pesan saja disini dan tidak perlu jalan keluar. Tapi jika ingin berhemat bisa membeli makanan diluar cottage.

Pantai Padak Guar

Untuk melalui hari ini, kita jalan-jalan sore dan bersantai di pantai Padak Guar. Pantai disini tidak berpasir putih seperti kebanyakan pantai di pesisir Lombok. Di pantai ini berpasir hitam dengan suasana yang tenang dan sepi ditemani dengan alunan deburan ombak-ombak kecil menghempas air laut yang bening. Sejauh mata memandang nan jauh disana, tampaklah Gili Petagan yang berdampingan dengan Gili Bidara dan gili-gili lainnya.

Sunrise di pantai Padak Guar

Paket trip ke Gili Kondo sudah pesan dengan Pak Jefry by phone sebelumnya. Saya mendapatkan nomor telepon pak Jefry dari grup Lombok Backpacker. Ternyata di cottage ini juga menyediakan  paket trip ke Gili kondo dan 3 gili lain disekitarnya dengan harga Rp 500.000,- untuk sewa perahu. Sedangkan untuk sewa mask, fin dan pelampung masing-masing dihargai Rp 25.000,- peritem. Untungnya dengan pak Jefry saya mendapatkan harga lebih murah karena langsung dari koperasi nelayan. Untuk sewa perahu dengan kapasitas 10 orang seharga Rp 400.000,- dan untuk alat snorkel lengkap seharga Rp 50.000,-

Kapal yang digunakan untuk tour gili kondo

Mulailah trip ini dari pagi agar kalian bisa merasa puas menikmati keindahan eksotis gili-gili di Lombok Timur ini. Perjalanan kali ini kita ditemani oleh Pak Sahdan (boatman) yang akan menunjukkan spot-spot yang bagus untuk snorkling. Saat akan pergi ternyata ada 2 orang tamu cottage yang ingin bergabung. Okelah,.. lumayan bisa menghemat untuk biaya perahu (shared cost). Sewa satu perahu seharga Rp 400.000,- mau diisi 2 orang atau 4 orang biayanya tetap sama, jadi semakin banyak yang ikut maksimal 10 orang biaya perahu jadi semakin murah. Jangan lupa membawa bekal untuk makan siang dan minum yang banyak, karena gili-gili yang akan dikunjungi adalah pulau tak berpenghuni.

Persinggahan pertama perjalanan ini adalah pulau yang diselimuti oleh hutan bakau yang lebat yang didiami oleh banyak burung kondo yaitu Gili Petagan. Untuk artikel lengkapnya dapat dibaca disini Gili Petagan si habitat burung Kondo

Tujuan berikutnya setelah dari Gili Petagan adalah Gili Kapal yang merupakan sebuah pulau kecil yang berpasir putih dikelilingi air yang jernih. Untuk Gili Kapal dapat dibaca pada artikel berikut Gili Kapal, si Pulau yang Timbul Tenggelam di Lombok Timur

Dari Gili Kapal, tujuan selanjutnya adalah Gili Bidara. Snorkling dilakukan lagi di Gili Bidara ini. Ada pelestarian terumbu karang yang sudah mulai tumbuh dan berkembang dengan baik di tempat tersebut. Ikannya juga beraneka ragam tak kalah dari spot sebelumnya.

Gili Bidara

Terumbu Karang di Gili Bidara

Karena sudah mulai kecapekan dan merasa lapar, snorklingnya tidak lama-lama. Istirahat dibalai-balai yang didirikan ditepi pantai sambil menikmati santap siang, yang dirasa begitu nikmatnya. Gili Bidara ini pulaunya tidak terlalu luas, sehingga bisa berkeliling hanya dalam beberapa menit saja. Disisi lain pulau ini dijumpai banyak karang mati yang indah. Pasirnya bertekstur halus dan kasar, ditengah pulau ini ada beberapa bekas rumah penduduk yang sudah tampak usang dan kosong karena sudah tidak ditinggali lagi.

Destinasi terakhir trip ini yaitu Gili Kondo. Hampir sama dengan Gili Bidara, di Gili Kondo juga dibuat pelestarian terumbu karang. Ikan-ikan disini banyak bergerombol berwarnawarni. Senangnya snorkling disini karena tidak perlu jauh ketengah sudah bisa menikmati keindahan bawah laut yang memukau ini.

Aneka terumbu karang Gili Kondo

Gili Kondo juga merupakan pulau tidak berpenghuni. Pulau ini terdiri dari dua jenis pasir yaitu pasir halus dan pasir merica. Meskipun agak sedikit lebih luas dari Gili Bidara, kita juga bisa mengelilingi pulau ini dengan berjalan kaki dalam beberapa menit saja. Selama trip ini, kita juga berjumpa dengan rombongan wisatawan lain dan keseluruhannya adalah wisatawan mancanegara, termasuk 2 orang yang bergabung dengan kami ini, mereka adalah wisatawan dari Jerman.

Gili Kondo

Minggu, 14 Januari 2018

Exploring Kota Kinabalu di Sabah Malaysia

 
Kota Kinabalu merupakan ibukota dari negara bagian Sabah Malaysia yang bertetangga dengan Brunei Darussalam dan Kalimantan, Indonesia. Ketika melakukan perjalanan ke Kota Kinabalu dari Indonesia melalui Kuala Lumpur, maka pengunjung akan mendapatkan dua kali cap passport, yaitu di Kuala Lumpur dan di Sabah. Kunjungan ke Kota Kinabalu waktu itu bertujuan untuk menghadiri konferensi internasional di bidang teknologi informasi. Namun tidak afdol jika tidak sekalian menjelajahi tempat-tempat menarik di Kota Kinabalu. Tempat tersebut memiliki tata ruang yang teratur, bersih, fasilitas perbelanjaan yang lengkap dan tempat wisata yang banyak dari gunung hingga pantai. (Baca Juga: Gugusan kepulauan Tunku Abdul Rahman Marine Park di Sabah)

Kota Kinabalu juga memiliki moda transportasi publik yang murah, yaitu bus kota dengan jauh dekat bertarif 1 RM. Penginapan di Kota Kinabalu juga murah. Ketika mengunjungi Kota Kinabalu, penginapan yang digunakan adalah Jack's Condo Apartement yang berada di kawasan Marina Court Resort Condominium dengan harga sekitar Rp.850.000,- per hari dengan jumlah kamar sebanyak tiga ruang yang dapat ditempati untuk 9 orang. Apartement tersebut berada pada lokasi strategis karena arah depan dari apartemen tersebut adalah pool taksi, terminal transportasi umum seperti bus dan angkot serta Waterfront Mall. Untuk warung makan banyak ditemukan dibelakang apartement ini dengan harga yang murah.

Pada belakang Waterfront Mall terdapat Waterfront KK yang merupakan tempat mirip dermaga yang ramai pengunjung pada sore hari dengan tujuan untuk menikmati matahari tenggelam atau sunset. Di sebelah Waterfront KK ini terdapat food court.

Sunset di Waterfront KK

Suasana di Waterfront KK

Matahari menjelang tenggelam dari Waterfront KK

Pada malam hari terdapat night market yang mennyajikan berbagai jenis makanan terutama seafood. Night market ini sangat ramai sekali namun tempatnya agak becek dan bau. Makanan yang dijual ditempat tersebut banyak yang enak. Lokasi dari night market tersebut dekat dengan Filipino Market. Pada siang hari Filipino market ini menjual banyak souvenir dengan harga murah. Di Kota Kinabalu juga terdapat Suria Mall seperti di Kuala Lumpur.

Pantai Tanjung Aru juga dapat dijangkau menggunakan bus dari pusat Kota Kinabalu. Namun bus menuju tempat tersebut sangat jarang. Pantai Tanjung Aru mirip dengan Pantai Parangtritis di Jogja namun lebih bersih. (Baca Juga : Menikmati Resort Eksotis di Pantai Selatan Jogja)
Pantai Tanjung Aru tersebut direkomendasikan dikunjungi pada sore hari sambil menikmati matahari tenggelam. Disekitar tempat tersebut terdapat food court yang menyajikan bermacam-macam menu, namun harga yang ditawarkan sedikit mahal.

Secara keseluruhan Kota Kinabalu layak dikunjungi karena memiliki tata ruang kota yang baik dan merupakan kota yang bersih serta murah. Transportasi juga mudah dan banyak pilihan. Banyak jenis tempat menarik yang dapat dikunjungi dengan mudah dan murah.


Gugusan kepulauan Tunku Abdul Rahman Marine Park di Sabah

 
Gugusan kepulauan Tunku Abdul Rahman Marine Park terletak di Sabah Malaysia yang dapat dijangkau dengan speedboat dari pelabuhan Jesselton Point, Kota Kinabalu. Pulau-pulau yang menjadi anggota dari Gugusan kepulauan Tunku Abdul Rahman Marine Park adalah pulau Sapi, pulau Mamutik dan pulau Manukan. Jarak tempuh dari pelabuhan Jasselton Point ke ketiga pulau tersebut hanya sekitar 15 menit. Untuk menikmati keindahan pulau tersebut kita dapat mengikuti paket tour yang dijual oleh para agen di dalam pelabuhan Jasselton Point. Harganya waktu itu jika dalam bentuk kurs Rupiah sekitar Rp. 300.000,- sampai dengan Rp. 400.000,- per orang. Harga tersebut lebih murah daripada membeli paket tour online lewat internet. Di dalam pelabuhan Jesselton Point tersebut terdiri dari banyak agen tour ke Gugusan kepulauan Tunku Abdul Rahman Marine Park dan setiap agen memiliki informasi harga paket tour di depan konternya sehingga kita bisa membandingkan harga-harga tersebut untuk mendapatkan yang paling murah. Oleh agen tour tersebut pengunjung akan ditawarkan fin atau kaki katak dan kacamata snorkel untuk kegiatan snorkeling dengan harga sekitar Rp. 50.000,-. Namun hal tersebut optional, jika pengunjung sudah membawa perlengkapan sendiri maka tidak perlu menyewa perlengkapan tersebut. Jika pengunjung ingin menyewa, sebaiknya menyewa kacamata snorkel saja sedangkan fin atau kaki katak tidak perlu menyewa. 

Sebelum speedboat berangkat dari pelabuhan Jesselton Point, seluruh penumpang akan dibagikan life jacket. Jumlah penumpang juga akan dihitung dengan seksama demi keselamatan penumpang. Peraturan di tempat tersebut sangat ketat dan baik, jika diketahui ada speedboat yang memuat penumpang melebihi kapasitas maka pemiliki kapal akan terkena sanksi penjara. 

Untuk pulau pertama yang dikunjungi adalah pulau Sapi. Di tempat ini terdapat warung makan,namun menunya sangat sedikit dan mahal. hamparan pantai dipulau ini tidak terlalu luas sehingga ketika ramai pengunjung akan penuh sesak. Untuk pemandangan bawah lautnya tidak terlalu bagus, hanya dapat ditemukan beberapa ikan dan tidak ada koral yang bagus. Sebenarnya ada satu spot tersembunyi untuk snorkeling namun waktu itu ada petugas yang melarang memasuki kawasan tersebut. Untuk kebersihan dari pulau Sapi ini sangat baik dan tidak terlihat sampah.

Pengunjung dan kapal di pulau Sapi

Dermaga di pulau Sapi

Setelah dari pulau Sapi, tujuan berikutnya adalah pulau Mamutik. Pastikan jadwal kapal dari tour anda agar tidak tertinggal kapal menuju pulau berikutnya. Karena kami sempat tertinggal kapal dan akhirnya ikut dengan rombongan tour yang lain. di pulau Mamutik tersedia warung makan dengan menu yang lebih lengkap dan harga tidak terlalu mahal. Jika pengunjung ingin makan siang, maka dapat dilakukan ditempat ini. Suasana di pulau ini sangat sejuk karena terdapat banyak pohon sehingga pengunjung dapat melakukan makan siang dan beristirahat dengan nyaman. Selain itu, pulau ini juga menyediakan meja dan kursi meskipun dalam jumlah yang terbatas. Untuk tiket masuk pulau ini bagi pengunjung luar adalah RM 10.

Customer Service di pulau Mamutik dan tempat membayar tiket 

Papan informasi di pulau Mamutik

 Dermaga pulau Mamutik

Pantai di pulau Mamutik

Perjalanan berikutnya adalah menuju pulau Manukan, dimana pulau ini merupak pulau terbesar dari gugusan kepulauan Tunku Abdul Rahman Marine Park. Selain itu, hamparan pantai di pulau Manukan ini juga lebih luas jika dibandingkan dengan pulau Sapi dan pulau Mamutik. Untuk tiket masuk bagi pengunjung luar adalah sekitar RM. 10. Pantai di pulau ini juga sering digunakan untuk latihan diving.

Gerbaang dan tempat tiket pulau Manukan

Dermaga pulau Manukan

Pantai dari pulau Manukan

Secara garis besar ketiga pulau gugusan Tunku Abdul Rahman Marine Park tersebut memiliki pemandangan bawah laut yang kurang menarik jika pengunjung melakukan kegiatan snorkeling. Namun ketiga pulau tersebut ditata dengan sangat baik oleh pengelolanya sehingga memiliki kebersihan yang sangat baik dengan pohon-pohon yang rindang. Hal tersebut memberikan kenyamanan yang baik ketika pengunjung hanya ingin menikmati suasana pantai dan bermain air tanpa bersenorkeling. Sisi keamanan dan keselamtan pengunjung juga dijaga dengan baik dengan pengawasan ketat terhadap agen-agen tour ke gugusan kepulauan Tunku Abdul Rahman Marine Park ini.